Hal itu disampaikan Deddy saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (12/8/2014).
"Jalur Puncak II ini ada yang melewati kawasan lindung yang harus diganti dulu lahannya. Yang lainnya sudah hampir seluruhnya," ujar Deddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daripada dibelokkin jadi ruwet, mendingan dilurusin. Tapi ya itu, kawasan hutan lindungnya harus kita ganti," terangnya.
Ia mengaku tak tahu berapa kilometer yang akan melewati hutan lindung tersebut. Namun jika dari luasan, luasnya sekitar 60 hektar.
"Untuk kawasan penggantinya ini sudah ada apa belum, saya belum tahu nih. Harus tanya ke Dinas Kehutanan," ungkap Deddy.
Jalur Puncak II ini disebutkan Deddy akan menjadi jalur alternatif untuk mengurai kemacetan puncak selain jalur Puncak yang saat ini ada dan juga Jonggol.
"Kita upayakan secepatnya lah," katanya.
(tya/ndr)











































