"Di Pilpres, Golkar jadi relawan yang dipimpin sama Akbar Tadjung dan Aburizal Bakrie. Komplit Wantim dan Ketumnya, padahal you tahu sendiri Akbar dan Ical bagaimana," kata Yorrys saat berbincang dengan detikcom, Selasa (12/8/2014).
Seperti diketahui, sebelum gelaran Pilpres 2014, Akbar Tandjung dan Ical kerap berseberangan. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Akbar bahkan pernah menyuarakan dukungan agar Munas Golkar digelar tahun 2014 ini.
"You bisa pikir, di Rapimnas V, Ketua Wantim membacakan secara eksplisit agar Munas digelar tahun 2014, waktu itu ditentang sana sini. Rapimnas VI, Akbar Tandjung pidato berapi-api di atas mimbar, padahal nggak diundang, dia meminta Golkar berkoalisi dengan PDIP. Kok tiba-tiba sekarang sikapnya 180 derajat," papar politikus asal Yapen, Papua, ini.
Yorrys mempertanyakan perubahan sikap Akbar Tandjung. Meski demikian, tanpa dukungan Akbar, dia yakin Golkar tetap akan menggelar Munas di tahun 2014, sesuai AD ART partai.
"Munas tetap akan akhir September," ujar Yorrys yakin.
(trq/van)











































