Menurut Lili Suheli, Koordinator Relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
"Lokasi Hendrika dan Lukman mengalami kecelakaan berada di Muara Cimonyet yang termasuk Pantai Legon Pari," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka datang di Sawarna, Sabtu (9/8) sekitar pukul 04.00 pagi. Keesokan harinya, rombongan hendak pulang akan tetapi mereka memutuskan berkunjung ke Goa Lalay terlebih dulu dan dilanjutkan berenang di Legon Pari. Para petugas di Goa Lalay sudah mengingatkan mengenai arus kuat, tapi ya kejadiannya seperti itu. Kami juga lemas, kenapa mereka memaksakan diri untuk berenang," tutur Lili.
Sesuai permintaan keluarga, Hendrika dan Lukman setelah dikafani langsung dibawa ke kediamannya di Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Banten dengan ambulans. Lili menambahkan, gelombang di Sawarna saat ini masih tinggi yang bisa mencapai 2,5 meter. Di Sawarna terdapat beberapa pantai dengan panjang total sekitar 1,5 kilometer.
Sebelumnya, Andri (15), warga Jalan Yos Sudarso, Kota Tangerang, Banten terseret arus ketika berenang di Pantai Pasir Putih Sawarna, Kamis (31/7). Arus kuat juga menewaskan Yadi (19), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (2/8).
"Sepanjang tahun 2014 ini sudah ada 5 korban meninggal yang 4 orang korban meninggal dalam kurun waktu dua pekan terakhir, 1 korban lagi pada awal tahun," tandas Lili.
(ahy/ahy)










































