Presiden: Tidak Ada Policy untuk Adopsi Anak-anak Aceh

Presiden: Tidak Ada Policy untuk Adopsi Anak-anak Aceh

- detikNews
Senin, 03 Jan 2005 00:22 WIB
Jakarta - Presiden SBY menginstruksikan bahwa anak-anak yatim-piatu yang menjadi korban bencana di Aceh diberi perhatian khusus oleh pemerintah. SBY membantah pemerintah memberi kesempatan bagi pengadopsian anak-anak tersebut.Demikian ditegaskan SBY kepada wartawan dalam jumpa pers di rumahnya, di Cikeas, Bogor, Minggu (2/1/2005) malam. Tampak hadir Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda dan Menkeu Yusuf Anwar. Sebelumnya SBY menggelar rapat mendadak pukul 19.00 WIB-22.00 WIB, yang juga dihadiri Mensesneg Yusril Ihza Mahendra."Tidak benar bahwa pemerintah memberi ruang untuk adopsi. Tidak ada policy mempersilahkan mengadopsi," tegas SBY.Pernyataan SBY itu menanggapi rumor yang beredar bahwa saat ini marak terjadi penculikan dan perdagangan anak-anak korban bencana di Aceh. Bahkan, pagi ini sudah beredar sms yang isinya membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengadopsi balita yatim-piatu korban Aceh."Hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelamatkan, mengelola, dan menjamin masa depan mereka sebaik-baiknya. Perlindungan ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk para perempuan yang menjadi korban," jelas SBY.Sebelumnya, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan, setiap orang yang ingin mengadopsi anak-anak korban tsunami harus melalui persetujuan Menteri Sosial atau Dinas Sosial. Diputuskan juga bahwa hanya orang Aceh yang bisa mengadopsi anak dari Aceh.Lebih lanjut SBY mengatakan, ia sudah memerintahkan Kapolri melakukan langkah-langkah konkrit mencegah tindak kriminal penculikan dan perdagangan anak-anak korban bencana Aceh. Ia meminta agar yayasan, Komnas Anak, LSM, panti asuhan, tokoh dan organisasi perempuan dilibatkan dalam menangani anak-anak ini."Kita pastikan dulu mereka selamat dan selanjutnya kita pikirkan pendidikannya. Kami menyadari ada banyak pihak yang memiliki niat baik, namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semuanya akan ditangani oleh negara," kata dia.SBY juga mengajak masyarakat ikut melakukan pengelolaan anak-anak yatim-piatu di Medan dan Banda Aceh, supaya tidak ada yang telantar. SBY juga menghimbau masyarakat mampu untuk menjadi orangtua asuh bagi anak-anak tersebut."Masyarakat agar berpartisipasi menginformasikan data-data mengenai yatim-piatu korban disana yang mereka punya. Semoga kita dapat bersama-sama mencegah tindakan-tindakan yang tidak patut ditengah situasi yang sulit ini," demikian SBY. (fab/)



Berita Terkait