Adalah Tariat, saksi untuk pasangan calon nomor urut dua di PPK Penjaringan, yang pertama kali 'digoda' Ahmad.โ Ketika Ahmad menanyakan hal yang ingin disampaikan, Tariat menjawab tidak ada. Hal ini langsung mengundang tawa.
"Apa yang Anda ingin sampaikan di sini?" tanya Ahmad kepada Tariat dalam persidangan di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang mulia. Permasalahannya tadi diterangin PPK Penjaringan. Ini sudah sama," ujar Tariat.
"Kalau tidak ada, pulang sajalah. Aneh-aneh. Jadi PPK Penjaringan itu benar adanya?" sambung Ahmad yang duduk sebagai majelis hakim konstitusiโ itu.
Jawaban Ahmad itu membuat ruang sidang utama MK menggemakan tawa. Tariat pun hanya bisa tersenyum apa adanya. Melihat Tariat yang gugup, hakim konstitusi Ahmad kembali bertanya.
"Ada tambahan?" tanya Ahmad.
"Tidak ada, terima kasih yang mulia," jawab Tariat yang langsung duduk kembali.
Namun kekhusyukan ruang sidang tak berlangsung lama setelah Tariat. Saksi berikutnya juga dari kubu Jokowi-JK, Supardi yang tanggap menjawab panggilan Ahmad malah mengundang hakim konstitusi berkumis tipis itu kembali melontarkan kata-kata nakal.
"Siap yang mulia," kata Supardi ketika namanya dipanggil.
"Biasa aja kali, mau mainin gue? Hehehe," ujar Ahmad merespon kesigapan Supardi.
Hal ini langsung diwarnai tawa sejumlah pengunjung sidang. Namun canda kembali berlanjut ketika Supardi menyatakan keterangannya sama dengan PPK Tanjungpriok.
"Mau terangkan itu tapi setelah mendengar dari PPK Tanjungpriok materinya sama," ujar Supardi.
Ahmad pun mengerutkan keningnya dan tersenyum, walau ternyata Supardi tetap menyampaikan keterangannya. "Artinya yang diterangkan PPK itu benar adanya?" tanya Ahmad.
"Benar yang mulia," jawab Supardi. "Sebentar yang mulia... satu lagi kalau boleh," sambung Supardi sebelum Ahmad memintanya 'pulang' seperti yang dialami Tariat.
"Boleh-boleh," jawab Ahmad.
Kemudian Supardi membacakan catatan keberatan dari saksi nomor urut satu. Namun lembaran kertas berisi catatan keberatan yang dipegang itu membuat Ahmad bingung, bagaimana Supardi bisa mendapatkan catatan itu?
"Saya saksi PPK jadi dapat tembusannya," jawab Supardi.
"Ya bilang gitu aja kok," respon Ahmad yang membuat Supardi tampak gugup walau ruang sidang dipenuhi tawa kembali.
(vid/gah)











































