PT Transportasi Jakarta Sebut Tarif Dobel di Halte TransJ Karena Investasi Besar

PT Transportasi Jakarta Sebut Tarif Dobel di Halte TransJ Karena Investasi Besar

- detikNews
Senin, 11 Agu 2014 20:00 WIB
PT Transportasi Jakarta Sebut Tarif Dobel di Halte TransJ Karena Investasi Besar
Jakarta - Per 1 Agustus 2014, tiket Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB), Kopaja, dan Kopami tidak lagi dijual di loket halte bus TransJakarta. Hal ini terjadi seiring dengan rencana penghapusan tiket kertas di halte TransJakarta.

Akibatnya, penumpang harus membayar 2 kali yakni tiket TransJakarta dan tiket moda transportasi lainnya tersebut. Misalnya mereka yang naik Kopaja AC harus Rp 5.000 dan tiket masuk halte busway Rp 3.500. Hal ini membuat penumpang transportasi yang terintegrasi dengan TransJakarta ini mengeluh.

PT Transportasi Jakarta yang mengurusi hal ini menyebut adanya pembayaran dobel itu karena mahalnya investasi yang harus dikeluarkan oleh para pengusaha transportasi itu untuk sistem e-ticketing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya kami sudah minta ke APTB dan BKTB untuk mengintegrasikan tiket, tapi mereka masih berproses. Untuk investasi tiket elektronik ini membutuhkan sistem yang biayanya tidak kecil. Kami tidak bisa memaksa mereka untuk langsung ikut," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Antonius Kosasih di Halte Karet, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014).

Ia menyebut pihaknya masih terus mencari solusi agar penumpang tetap tak merasa rugi naik transportasi umum di Jakarta. Mengingat banyaknya aturan yang dibuat pemprov DKI agar para pengguna kendaraan pribadi berpindah ke kendaraan umum.

Kosasih menjelaskan jika pihak APTB dan BKTB akan mengikuti sistem e-ticketing saat ini, ia mengisyaratkan adanya kartu e-ticketing yang berbeda dari yang sudah ada.

"Mereka (pengusaha APTB dan BKTB) sekarang sedang membangun sistem e-ticket juga. Sehingga nantinya bisa langsung dipotong di depan. Orang-orang yang memang tidak ingin naik TransJakarta, mereka akan pakai tiket elektronik khusus. Bukan dari bank ini," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UP TransJakarta Pargaulan Butar-butar menyebut khusus untuk koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas) penumpang belum membayar dobel untuk naik Kopaja AC yang terintegrasi dengan TransJakarta. Hal ini karena sistem e-ticketing belum diberlakukan di koridor tersebut.

"Sementara masih bisa di koridor 6. Kami belum memberlakukan e-ticketing. Di koridor 1 harus mengikuti e-ticketing," ujar Pargaulan.

Di koridor 6 Kopaja AC yang terintegrasi dengan bus TransJakarta yakni Kopaja P20 (Lebak Bulus-Senen) dan Kopaja P602 (Ragunan-Monas).

(bil/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads