"Kalau menambah ruas jalan, itu mustahil ya menyelesaikan masalah kalau tanpa penambahan transportasi publik. Karena ruas jalan bertambah, tapi kendaraan-kendaraan pribadi juga ikut nambah," kata Risma di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014).
Tren pengembangan transportasi di Indonesia disebut Risma masih horisontal. Sementara negara-negara maju sudah memakai moda transportasi vertikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu perlu ada niat baik pemerintah untuk memberikan subsidi pada transportasi publik. Dengan demikian ongkos yang dikeluarkan warga tidak lebih besar dibandingkan naik kendaraan pribadi.
"Kalau bisa 50:50 lah antara warga dan pemerintah. Jadi kan orang lebih memilih transportasi umum. Memang kelihatannya mahal di awal, tetapi kan lebih efisien dibandingkan macet. Angkutan umum juga jangan disasar ke kelas menengah ke bawah saja, tetapi menengah ke atas juga. Yang biasanya pakai mobil kan kelas menengah ke atas," tutur Risma.
(bpn/ndr)











































