Mereka adalah bekas Ketua DPC yang dihadirkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Senin (11/8/2014) diantaranya eks ketua DPC PD Boyolali, Sujadi; bekas Plt Ketua DPC Pekalongan, Bintoro; Eks Ketua DPC Sitaro, Friethzard Budhyanta Manoi; Eks Ketua DPC Minahasa Tenggara, Diana Meity dan eks ketua DPC Boalemo, Ismiyati.
"Ketika saya silaturahmi, apakah kepada saudara, saya pernah janjikan beri uang?" tanya Anas dalam persidangan. "Tidak," jawab Sujadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan bertanya, Anas meminta bekas Wakil Ketua I Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Demokrat Jateng, Sudewa soal latar belakang majunya Anas sebagai caketum di kongres. "Menurut saya dan kawan DPC, kader partai yang layak menjadi ketua adalah Anas," sebutnya,
Sudewa mengaku mengikuti arahan Susilo Bambang Yudhoyono soal saatnya generasi muda memimpin Demokrat. Arahan itu diberikan SBY usai pileg 2009."Itu yang saya terjemahkan, budaya politik santun, cerdas dan berbasis massa. Hasil rundingan teman-teman saya memilih Pak Anas," sambungnya.
Dia menyebut Anas tidak pernah membicarakan dana kebutuhan pemenangan. "Pernah saya minta sumbangan? Pernah saya minta dibiayai?" tanya Anas dijawab tidak oleh Sudewa.
Bantahan juga disampaikan ketika Sudewa ditanya soal ada tidaknya kompensasi bila Anas memenangi Kongres. "Setiap pertemuan, Anas selalu bilang jangan money politics dan jual beli suara," sebut dia.
(fdn/ndr)











































