"Ya, kami jelas menyayangkan. Bang Taufik kan ngomong itu spontan. Dia wajar kecewa karena memang melihat kecurangan itu termasuk di wilayah DKI," kata Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Ferry Juliantono kepada detikcom, Senin (11/8/2014).
Menurutnya, kekecewaan Taufik mencapai puncaknya ketika mendapat informasi kalau KPU pusat memerintahkan KPUD di sejumlah daerah membuka kotak surat suara tanpa memperhatikan rekomendasi pihak pengawas pemilu serta keberadaan saksi dari kubu capres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Wakil Sekjen Gerindra Haris Bobby Hoe mengatakan sejauh ini pihaknya belum berkomunikasi secara resmi untuk membicarakan persoalan tersebut. Menurutnya, jajaran pengurus DPP belum ada rencana membahas masalah ini. Namun, disinggung lebih lanjut, dia enggan menjawabnya.
"Saya belum tahu banget persoalan ini. Kami pun dari DPP belum bahas soal ini. Jadi, nanti saja ya," kata Haris di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Senin (11/8/2014).
M Taufik dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga melanggar pasal 336 KUHP. Mengacu kutipan di media massa, Taufik menyebut bakal menculik Ketua KPU Husni Kamil Malik saat orasi di depan Gedung MK, Jumat (8/8/2014).
(hat/ahy)











































