Penembakan di Hotel Hilton Versi Adiguna Sutowo

Penembakan di Hotel Hilton Versi Adiguna Sutowo

- detikNews
Minggu, 02 Jan 2005 18:04 WIB
Jakarta - Adiguna Sutowo membantah melakukan penembakan terhadap pelayan bar Fluid Club Hotel Hilton bernama Yohanes Brachmans Haerudy Natong. Saat penembakan terjadi, Adiguna mengaku tidak berada di lokasi penembakan. Bahkan, Adiguna mengaku menolong korban. Penjelasan ini disampaikan Amir Karyatin, kuasa hukum Adiguna, kepada wartawan seusai mendampingi pemeriksaan kliennya di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Minggu (2/1/2005). Memang, oleh polisi, Adiguna dinyatakan tersangka dalam kasus itu. Namun, dalam pemeriksaan Adiguna telah membantahnya dan menolak menandatangani berita acara penahanan.Menurut Amir, pada saat kejadian, Adiguna tidak berada di dalam bar Fluid Club tersebut. Saat itu, Adiguna berada di Lounge Lagoon Hotel Hilton. "Itu sudah dijelaskan kepada tim penyidik. Mas Guna tidak melakukan hal tersebut," kata dia. Bahkan, kata Amir, seusai kejadian, Adiguna malah membantu pelayan itu, karena tampak terluka. "Yang bersangkutan kan digotong, karena tempatnya agak curam, menuruni Lagoon, dibantu sama Mas Guna. Saat itu Mas Guna menyarankan, bawa saja ke klinik. Kan di Hilton ada klinik, begitu juga ambulan. Setelah itu, mas Guna balik lagi ke kamarnya, untuk tidur," ungkapnya. Amir menyatakan, penyidik mengakui polisi dari Polres Jakarta Pusat menemukan sejumlah bukti di kamar Adiguna. Salah satu bukti itu adalah 19 peluru tajam jenis cis. Selain itu ada juga baju dan handuk kecil milik Adiguna. "19 peluru tajam itu, kata penyidik itu diambil dari kamar Adiguna. Tapi, Mas Guna membantah memiliki peluru itu," bantahnya. Sementara itu, mengenai seorang wanita yang saat kejadian bersama Adiguna, apakah sudah diperiksa atau belum, Amir mengaku tidak tahu soal itu. "Saya tidak tahu, saya kurang tahu. Saya hanya mendampingi Mas Guna. Saya baru jadi penasihat kemarin saat diminta di Polres Jakarta Pusat," ungkapnya. Benarkah pengakuan Adiguna? Ini tentu menjadi tugas berat polisi. Padahal, sebelumnya Adiguna diduga sebagai pelaku penembakan terhadap pelayan yang sering disapa Rudy itu. Tapi, penyidikan kasusnya agak aneh. Karena sepertinya para pejabat Polri belum mau mengungkapkan kasus itu dan siapa yang menjadi tersangka penembakan itu. Sementara jenazah Rudy sudah dibawa ke Flores untuk dimakamkan. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads