Mensos Akui Distribusi Bantuan ke Aceh Lambat
Minggu, 02 Jan 2005 16:58 WIB
Medan - Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengakui distribusi bahan bantuan ke Aceh mengalami keterlambatan. Kelambatan itu disebabkan oleh masalah transportasi seperi jalan yang rusak dan jembatan yang putus."Saya akui memang lambat tetapi karena persoalan di lapangan, dan tidak ada pilihan lain," kata Mensos kepada wartawan di Posko Penanggulangan Bencana Alam Nasional Sumut Banda Aceh di Pangkalan TNI AU, Medan, Minggu (2/1/2005). Menurutnya, kendala masalah tranportasi baik alat tranportasi, jalan yang rusak atau jembatan putus menyebabkan distribusi bantuan menjadi kurang efektif, tidak seperti yang direncanakan. "Distribusi melalui jalur darat menjadi demikian lambat karena terputus-putusnya jalur transportasi," katanya. Namun begitu, kata Chamsyah, saat ini sudah ada tim survei yang memeriksa jalur Ladiagalaksa yakni dari Bieureun menuju Takengon kemudian menuju Meulaboh."Malam ini akan kita akan ketahui bagaimana hasil survei itu. Apakah lewat jalan darat bisa dilakukan atau tidak," tegasnya. Sementara, kata Mensos, mengenai distribusi bantuan yang melewati laut, saat ini sudah ada lima kapal yang berada sekitar 700 sampai 800 meter dari pantai Meulaboh. Karena dermaga di Meulaboh rusak parah, sehingga bantuan diangkut dengan perahu satu persatu."Kapal tak bisa merapat karena dermaganya rusak. Barang bantuan diangkut dengan perahu satu per satu sehingga jadi lambat," tegasnya.Dia juga mengatakan, dirinya ditugaskan untuk menanggulangi kasus bencana tsunami yang menimpa 7 kabupaten di Aceh. Daerah tersebut diantaranya, Aceh Barat, Meulaboh, Nagan Raya, Tapak Tuan, Singkil dan Simeuleu.
(mar/)











































