Amir Mudiriyah JAT Solo, Sholeh Ibrahim, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditunjuk tokoh pengganti untuk menempati posisi yang ditinggalkan Afif selama dalam tahanan polisi. Namun dia mengatakan dalam waktu dekat akan dibentuk kepengurusan baru.
"Belum ada penggantinya, tapi dalam waktu dekat akan dibentuk kepengurusan baru untuk mengisi kekosongan (pimpinan harian) di JAT," ujar Sholeh Ibrahim, Senin (11/8/2014) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ba'asyir lalu menunjuk tokoh senior JAT lainnnya yaitu Afif Abdul Majid sebagai amir biniyabah. Namun belum berselang lama menempati posisi itu, Afif ditangkap Densus dengan tuduhan terlibat pendanaan pelatihan militer di Aceh dan karena dukungannya kepada ISIS.
Sholeh lebih lanjut mempertanyakan agenda terselubung dari Polri terkait penangkapan Afif yang dikaitkann dengan pelatihan militer di Aceh. Meskipun dia membenarkan bahwa Afif memang memberikan sejumlah dana kepada Ubaid selaku tokoh pelatihan militer Aceh, namun mengapa Afif baru ditangkap sekarang setelah kasus itu telah terungkap cukup lama. Sejumlah orang, termasuk Ba'asyir dan lain-lainnya telah lama ditangkap dengan tuduhan terlibat kasus itu sudah lama menjalani hukuman, bahkan beberapa diantaranya telah ada yang selesai menjalani hukumannya.
"Setahu kami memang Ustadz Afif pernah memberikan uang kepada Ubaid, namun bukan untuk pelatihan i'dad (pelatihan milter -red) di Aceh. Pemberian dana itu dulu dimaksudkan untuk bantuan kemanusiaan ke Palestina," ujar pengajar senior di Pesantren Al-Mukmin Ngruki tersebut.
Sedangkan mengenai kaitan dengan ISIS, Sholeh enggab memberikan keterangan. Menurutnya, isu ISIS di Indonesia hanya dibesar-besarkan menjadi isu nasional dalam situasi politik yang tengah memanas pasca Pilpres.
"Kami menyerahkan kepada Tim Pembela Muslim (TPM) untuk melakukan pendampingan hukum selanjutnya terhadap Ustadz Afif Abdul Majid," tegasnya.
(mbr/ndr)











































