Sebanyak 12 wali Kota dari sejumlah daerah di Indonesia mengikuti Earoph World Congress di Hotel Borobudur Jakarta, (11/8/2014). Mereka memaparkan tentang kota masing-masing, salah satunya yakni Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Apa yang dipaparkan Risma dalam kesempatan tersebut?
Risma memaparkan bahwa pemerintahan Surabaya saat ini memaksimalkan sistem teknologi informasi. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, Surabaya bisa menghemat anggaran hingga 20 persen.
"Semua sistem kami menggunakan teknologi informasi, termasuk disposisi surat. Tinggal mengirimkan ke dinas-dinas saya bisa bekerja dari sini, " papar Risma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka itu urusan akta kelahiran, kami cukup memakai sidik jari bayi, lalu kami proses dan besoknya bisa dikirim aktanya. Juga proses perizinan warga tidak perlu datang. Dengan memanfaatkan teknologi ini kami bisa menghemat hingga 20 persen anggaran," terang Risma.
Risma yang menggunakan pakaian berwarna orange tersebut memaparkan keunggulan-keunggulan Kota Surabaya dengan menunjukan foto-foto. Selain teknologi informasi, Risma juga memaparkan sisi sosial Kota Surabaya.
"Di Surabaya sekolah gratis mulai PAUD hingga SMA SMK. Kesehatan juga gratis, tidak perlu surat-suratan. Kalu ngomong enggak mampu, nanti kita cek, bisa gratis. Lansia miskin dan anak-anak cacat juga diberi makanan setiap hari," paparnya.
Risma juga bercerita tentang keberhasilannya menata PKL. Pihaknya menertibkan PKL dengan memfasilitasi mereka berjualan di ruang publik.
"Penghasilan PKL kita bisa 25-30 juta per hari. Karena lifetime taman kita 24 jam," terangnya.
Earoph World Congress digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, selama 3 hari, 10-13 Agustus. Acara tahunan ini diinisiasi EAROPH, organisasi multi-sektoral non pemerintah yang terafiliasi PBB. EAROPH merupakan singkatan dari Eastern Regional Organization for Planning dan Human Settlements atau Organisasi Kawasan Timur untuk Perancangan dan Penempatan Manusia.
(avi/try)










































