"Kendalanya yang paling utama jaringan. Kita musti memastikan semua koridor ada jaringan ada fiber optiknya," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Antonius Kosasih.
Pernyataan itu disampaikan Kosasih saat meresmikan full e-ticket di Koridor 1 dan dan 11 halte utama di Halte TransJ Karet, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014). Ia didampingi Kepala UP TransJakarta Pargaulan Butarbutar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dia, pihaknya akan memberlakukan e-ticketing di seluruh koridor TransJ secara bertahap. "Kapan targetnya, akhir tahun ini. Kami mohon doa dan dukungannya dari semua pihak," imbuh Kosasih.
"Kalau diterapkan (e-ticketing) sekaligus, masyarakat akan kaget. Pelaksanaan hari ini saja kami membutuhkan personel lebih untuk pengamanan dari Koridor 1 dan 11 halte utama," sambung Kosasih yang tampak memakai baju batik warna biru.
Ditambahkan Kosasih, penerapan e-ticketing di 12 koridor bus TransJ itu menghabiskan dana Rp 43 miliar. "Itu dananya disupport oleh bank, bukan Pemprov DKI Jakarta," imbuhnya.
Keenam bank itu adalah Bank DKI, Mandiri, BRI, BNI, BCA dan Mega yang mengeluarkan produk uang elektronik untuk e-ticket. Uang elektronik ini selain bisa dipergunakan untuk naik bus TransJakarta juga bisa digunakan naik KRL Commuter Line.
(bar/nwk)











































