Penandatanganan tersebut dilakukan saat Acara Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-19, di Ruang Auditorium, Gedung II Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jl. M. H. Thamrin No. 8 Jakarta, Senin (11/08/2014)
Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa Kemenristek akan menyediakan kendaraan bus listrik 20 penumpang untuk di ujicobakan di Kota Bandung.
"Pemkot Bandung sendiri hanya menyediakan biaya operasionalnya saja. Kita coba kesiapan teknologi pengembangan bus listrik, juga untuk mengetahui kehandalan teknis kendaraan tersebut," ujar Ridwan Kamil.
Dengan uji coba bus listrik tersebut, dirapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan akan moda transportasi massal yang hemat energi dan berwawasan lingkungan.
"Sehingga nanti bisa mengurangi penggunaan BBM dan pencemaran udara," tandas pria yang akrab disapa Emil tersebut.
Pelaksanaan rangkaian kegiatan Hakteknas ke-19 dimulai selama lima hari pada 8 hingga 12 Agustus diperlihatkan berbagai capaian kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek sebagai bagian dari upaya penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan iptek juga diberikan penyerahan berbagai penghargaan anugerah iptek kepada individu, lembaga maupun daerah yang memiliki kontribusi dalam memajukan bangsa melalui inovasi, riset, dan iptek.
(avi/try)











































