Misna masih ingat terakhir kali melihat anaknya RH (9) 14 Agustus 2013. Anak ke 4 dari lima bersaudara itu siang itu baru pulang sekolah dengan mengenakan pakaian pramuka.
"Dia waktu itu buru-buru mau pergi main. Dia hanya buka baju dan celana Pramukanya masih dia pakai," kata Misna mengenang masa lalu kepada wartawan, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu, bocah yang kala itu masih duduk di kelas IV SD itu tak lagi pulang ke rumah. Sore harinya, keluarganya pun sibuk mencari keberadaan RH.
Keluarga korban resah kehilangan RH. Mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Tualang, Kecamatan Tualang, Kab Siak, Riau.
Sudah ke sana kemari, Misna dan keluarganya terus berusaha mencari RH. Dia juga sempat menegur MD, (19) aktor pembunuh soal anaknya itu. Karena saat itu, beberapa warga sekitar sempat melihat RH diajak bermain sama MD.
"Seminggu setelah kejadian hilang, keluarga MD pindah ke Mandau, Bengkalis. Saya sempat menemuinya di sana untuk mempertanyakan anak saya. Namun MD bilang tidak ada bermain sama anaknya," kisah Misna.
Malah kata Misna, dengan gaya yang tanpa dosa, MD sempat memanggil istrinya DD. "Waktu itu dia MD panggil istrinya. Dan istrinya juga bilang ke saya, mereka tak tahu soal anak saya," kata Misna.
Sudah setahun berlalu. Misna pun telah putus asa untuk menemukan anaknya. Dia selama ini selalu berfikir positif jikapun anaknya hilang, berharap dipungut dan diasuh oleh orang lain yang mungkin membutuhkan anak.
"Saya nggak pernah mikir macam-macam. Saya cuma berdoa semoga anak saya itu dipungut orang. Kelak dia bisa kembali ke pada kami," kata Misna.
Namun saat lebaran, kabar duka mendalam dia terima. Dimana MD telah ditangkap pihak kepolisian. MD yang tak lain dulunya tetangga korban, telah membunuh RH dan malah disodomi terlebih dahulu. Alat vitalnya dimakan tersangka.
"Saya kaget diberitahu kepolisian, kalau anak saya menjadi korban pembunuhan MD. Sama sekali saya tak pernah berpikir anak saya meninggal. Saya berharap anak saya tetap hidup," kata Misna.
Kini Misna hanya berharap adanya hukum yang berat buat pelaku pembunuh anaknya. "Mereka (tersangka) harus dihukum mati," kata Misna.
Lebih geram lagi, Misna mengenal baik orangtua MD. Di mana selama ini mereka hidup bertetangga. Orangtua MD selama ini bersama Misna sama-sama penjualan jajanan di sekolah.
"Tak nyangka saya, kalau MD berbuat biadab seperti itu. Padahal kami selama ini bertetangga," katanya.
(cha/try)











































