Pengelola Posko Aceh di Maluku Bingung Distribusikan Bantuan
Minggu, 02 Jan 2005 12:18 WIB
Ambon - Bantuan untuk Aceh oleh masyarakat Maluku kini menumpuk. Antara lain tampak di berbagai posko peduli Aceh, seperti Crisis Centre Himpunan Mahasiswa Islam, Posko Dewan Mahasiswa STAIN Ambon, dan Posko Ibu-ibu Pengajian Ambon. Para pengelola tampak bingung bagaimana mengangkut bantuan tersebut.Koordinator Posko Crisis Centre HMI, Risakota Sangadji kepada detikcom, Minggu (02/01/2005) menyatakan, bantuan yang berada di poskonya kini mengalami penumpukan yang sangat banyak. Namun pihaknya masih bingung akan mendistribusikan ke Aceh lewat apa. "Bantuan sekarang ini sangat banyak. Bahkan kami kewalahan. Soalnya seperti pakaian, kami sortir dulu, baru dikirim. Namun saat ini kami bingung bantuan ini mau dikirim tapi menggunakan apa," ungkap Sangadji.Kendati demikian, Sangadji menyatakan, pihaknya akan meminta bantuan pemerintah daerah (pemda) Maluku untuk menyalurkan bantuan ini. "Jika tidak, kami akan langsung membawa bantuan-bantuan ini ke kantor Gubernur Maluku. Alternatif lain adalah kerjsama dengan Kodam XVI Pattimura guna distribusi bantuan ke Aceh," ujar Sangadji.Sampai sekarang, bantuan pakaian layak pakai dan uang terus mengalir ke posko. Bahkan terlihat aktivis HMI yang ada di posko ini kewalahan melayani bantaun yang datang bagai air mengalir.Hal yang sama dialami posko DEMA STAIN Ambon. Akibat kewalahan dalam menerima bantuan yang datang dari masyarakat, posko ini terpaksa ditutup sementara hingga bantuan yang ada didistribusikan terlebih dahulu. "Bantuan paling banyak. Kami kewalahan. Sekarang mau kirim ke Aceh, kami masih bingung juga. Mungkin akan kami bicarakan dengan pihak pemda Maluku," ujar Ahmad Rahantam, koordinator Posko. Sementara para aktivis di posko peduli Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku menyatakan akan menyalurkan bantuan yang menumpuk kepada DPP PKS di Jakarta. "Kami akan salurkan ke Pusat, baru pusat distribusikan ke Aceh melalui PKPU," ujar Muhammad Bula, ketua panitia peduli Aceh PKS Maluku.Sementara itu, di ruas-ruas jalan kota Ambon, masih terlihat kotak bantuan peduli Aceh menghiasi semua sudut jalan. Dan doa bersama maupun renungan untuk Aceh terus dilakukan kelompok-kelompok masyarakat di Ambon, dari tingkat RT hingga organisasi masyarakat maupun kepemudaan.
(asy/)











































