DetikNews
Minggu 02 Januari 2005, 12:02 WIB

Wabah Penyakit Jadi \"Pembunuh Kedua\" Pasca Tsunami

- detikNews
Jakarta - Wabah penyakit menular akan menjadi \\\"mesin pembunuh\\\" kedua pasca gempa tsunami di Aceh dan Sumatera Utara. Buruknya sanitasi, kesulitan air bersih, serta membusuknya mayat karena belum dikubur akan membawa penyakit berbahaya seperti kolera, pneumonia, diare, disentri dan malaria.Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar para relawan yang menangani masalah pengungsian di Aceh memperhatikan masalah kebersihan air dan sanitasi. Jika hal itu tidak dilakukan maka akan menjadi gelombang kematian kedua pasca bencana.\\\"Bencana akan mengakibatkan kondisi yang sangat buruk bagi kehidupan orang yang selamat. Harus diusahakan agar meningkatnya lagi kematian yang disebabkan oleh penyakit,\\\" kata Direktur Eksekutif Sustainable Development and Healthy Environments WHO, David Nabarro.Sebuah gelombang kematian kedua akan datang karena terjangkit kolera, pneumonia dan malaria yang terjadi secara meluas. Obat-obatan dan anti septik serta nutrisi kekebalan tubuh harus diberikan kepada para korban yang selamat.Kondisi memburuknya lingkungan itu akan bertambah parah saat hujan mengguyur lokasi bencana. Cuaca yang dingin karen hujan makin membuat kondisi kekebalan tubuh memburuk.Para relawan yang bekerja juga harus diberikan buku panduan dalam hal menangani masalah kesehatan pasca bencana. The American Public Health Association (APHA) pernah menerbitkan buku panduan soal manajemen kesehatan publik saat bencana. Buku semacam itu yang harusnya dibawa oleh para relawan. Selain untuk menjaga kesehatan korban juga menjaga kesehatan para relawan.Korban bencana juga tidak hanya diberikan bantuan kesehatan secara fisik tapi juga diberikan konseling untuk menjaga mental mereka yang jatuh akibat bencana. \\\"Kejadian yang menimpa para korban bencana akan membuat mental mereka jatuh. Saat mental seseorang sudah kendur maka berbagai penyakit akan mundah masuk,\\\" Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS, Dr Philip Brachman.Bencana, katanya, selalu menimbulkan kondisi yang tidak nyaman dari segi kebersihan dan kesehatan. Sampah, bangkai, kotoran manusia dan air yang terkontaminasi serta bau busuk membawa jutaan virus dan bakteri penyakit menular dan berbahaya. Karenanya harus ada langkah meluas untuk menciptakan kondisi yang sehat di daerah yang terkena bencana tsunami.


(mar/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed