Saat ditanya terkait kabar tentang amblesnya jembatan Comal itu, Ganjar menerangkan jika retakan yang ada di sana merupakan retakan yang sudah ada sejak ambles pertama kali.
"Kata siapa sih itu, enggak ngerti. Jadi kalau retak itu retakan yang dulu yang terkikis erosi, sudah diganjal," kata Ganjar usai acara pemberangkatan anggota Yonif 405 ke Kalimantan Utara di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, saat ini pihaknya masih fokus kepada "PR" baru yaitu mengurai kemacetan di Bumiayu, Brebes. Jika kemacetan di Bumiayu tersebut sulit diurai karena kendaraan dengan tonase tinggi, maka jembatan timbang yang ditutup akan kembali diaktifkan.
"Kita punya PR baru, di Bumiayu Brebes terjadi stagnasi angkutan. Kita rapat koordinasi untuk bereskan itu. Kalau hasil rapat ini tonasenya kepada melanggar ketentuan batas, maka gunakan teori konvergensi saja, darurat jembatan timbang yang masuk ke situ kita hidupkan lagi," terang Ganjar.
(alg/try)











































