Jalur Udara Penuh, Bantuan untuk Aceh Dikirim Lewat Darat

Jalur Udara Penuh, Bantuan untuk Aceh Dikirim Lewat Darat

- detikNews
Minggu, 02 Jan 2005 11:44 WIB
Jakarta - Sampai sekarang, beratus-ratus ton bantuan untuk Aceh di Jakarta belum bisa terangkut ke Aceh. Gara-garanya jalur udara penuh dan pesawat pengangkut terbatas. Karena itu, ada posko yang nekat mendistribusikan bantuannya itu melalui darat. Salah satunya dilakukan oleh Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang membuk posko peduli Aceh sejak beberapa hari. Bantuan itu dikirimkan ke Aceh lewat jalur darat Minggu (2/1/2004). Bantuan barang yang masuk ke posko Kontras dan akan diberangkatkan pada hari ini seberat 48 ton. Bantuan-bantuan ini akan di angkut ke Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, dan Bireun dengan menggunakan 4 buah truk besar Fuso. Sampai pukul 11.30 WIB, barang-barang bantuan puluhan ton itu sedang diangkut ke bak truk-truk itu di depan kantor Kontras, Jl. Borobudur 14, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan jalur darat, diperkirakan bantuan-bantuan itu akan sampai ke Aceh antara tiga sampai empat hari. "Kita merasa kecewa dengan pemerintah yang tidak mampu menyediakan angkutan. Karena itu, kita terpaksa menggunakan jalur darat. Kalau tidak, bantuan-bantuan dari Jakarta tidak akan bisa sampai," kata Mustawalad, Koordinator Bantuan Aceh untuk Kontras. Rencananya, Kontras akan membuka poskonya sampai dua bulan mendatang. "Setiap Minggu, bantuan akan dikirimkan secara langsung lewat jalur darat," ungkapnya. Bantuan 48 ton yang diberangkatkan Kontras ini merupakan bantuan dari masyarakat. Bantuan ini terdiri dari pakaian 120 bal (12 ton), obat-obatan, genset 1 buah, dan 1.146 dus air mineral. Untuk obat-obatan, terdiri dari jamu, obat, 1 dus infus, antibiotik, dan lain lain. Selain itu juga ada bantun untuk keperluan kaum perempuan, seperti mukena, pembalut, pakaian. Juga ada bantuan untuk anak-anak, seperti susu, bubur bayi, dan pakaian bayi. Menurut Mustawalad, Kontras juga menerima bantuan dari masyarakat dalam bentuk uang. Sampai saat ini, dana yang masuk LSM yang didirikan almarhum Munir ini sekitar Rp 28 juta. Dana ini ada yang dikirim melalui rekening dan ada juga yang disetor langsung ke posko. (asy/)


Berita Terkait