Jenazah Korban Penembakan di Hilton Dibawa ke Flores
Minggu, 02 Jan 2005 10:44 WIB
Jakarta -
Korban penembakan di Hotel Hilton Yohanes Brachmans Haerudy Natong telah diterbangkan ke kampungnya di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera dimakamkan. Rudy, demikian dia akrab dipanggil, diduga ditembak oleh Adiguna Sutowo, adik kandung pemilik hotel Hilton, Pontjo Sutowo. Rudy ditembak pada Sabtu (1/1/2004) sekitar pukul 03.30 WIB di Fluid Club di Hotel Hilton. Rudy tewas terkena tembakan di bagian dahi yang tembus ke kerongkongannya. Setelah diotopsi di RSCM, Rudy kemudian dibawa ke RS St Carolus untuk didoakan. Sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (2/1/2004), dari RS St Carollus, jenazah Rudy dibawa ke Bandara Soekarno Hatta. Sejumlah kerabat mengiringi pemberangkatan korban ke bandara. "Para keluarga mengantarkan sampai ke bandara. Sekitar ada 4 bus dari sini, termasuk mobil dari RS Carollus," kata Yanti, kerabat korban saat dihubungi detikcom, Minggu (2/1/2004) pukul 10.20 WIB. Sesampai di bandara, jenazah kemudian diterbangkan dengan pesawat Lion Air dengan diantar oleh 4 orang kerabatnya. Menurut Yanti, rencananya jenazah akan ke Flores melalui Bima. Namun, karena dikhawatirkan terjadi gelombang Tsunami, akhirnya jenazah diterbangkan melalui bandara Maumere. "Dari Maumere menuju Ruteng menggunakan jalur darat. Maumere-Ruteng bisa ditempuh selama 12 jam," kata Yanti. Rudy merupakan pekerja part time di hotel tersebut. Dia juga masih berstatus mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK). Orang tua korban sampai sekarang masih menetap di Flores. Ihwal penembakan Rudy tersebut, Sampai sekarang polisi masih tutup mulut. Namun, diyakini Rudy ditembak oleh Adiguna Sutowo. Menurut keluarga korban, ada saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini dan polisi menyatakan diperiksa dalam kasus Adiguna Sutowo.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































