Golkar Pecat Elitenya, Ketua DPP: Sama-sama Nggak Berkuasa Kok Berkelahi

Golkar Pecat Elitenya, Ketua DPP: Sama-sama Nggak Berkuasa Kok Berkelahi

- detikNews
Minggu, 10 Agu 2014 22:52 WIB
Jakarta - Menyusul isu perpecahan di tubuh Partai Golkar, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono dipecat dari jabatannya itu. Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari melihat aksi pecat-memecat antar saudara separtai ini sebagai hal yang cukup 'lucu'.

"Sama-sama nggak berkuasa, sama-sama miskin, kok berkelahi? Kan lucu," kata Hajriyanto di kediaman calon Ketua Umum Golkar MS Hidayat, Jl Cipaku II No 3, Setiabudhi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2014).

Golkar memang gagal mencalonkan presiden pada Pilpres 2014, maka Golkar juga gagal menjadi partai yang berkuasa. Seharusnya Golkar bisa bersatu dan berkomunikasi lebih baik. Menurut Hajriyanto, pangkal masalah pecat-memecat di tubuh partainya adalah komunikasi yang berjalan kurang ideal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu soal komunikasi saja sebetulnya. Kalau komunikasinya baik (maka tak akan terjadi pecat-memecat -red). Apa to perbedaan signifikannya? Perbedaannya nggak besar kok berkelahi,‎" tutur Hajriyanto.

Wakil Ketua MPR ini melanjutkan, sebenarnya ‎yang paling penting dilakukan dalam tubuh Golkar adalah pembenahan ideologi. Menurutnya Golkar harus semakin maksimal menjalankan ideologi Pancasila. Perkara ideologis ini, menurutnya, lebih penting daripada sekadar polemik berada di luar pemerintahan atau di dalam pemerintahan.

‎"Yang paling urgen adalah bagaimana membenahi idealisme. Nggak urgen di dalam atau di luar pemerintahan, koalisi atau oposisi. Kalau di dalam pemerintahan, paling dapat dua kursi atau (misal) Menpora, ya yang begitu-begitu. Itu tidak urgen," tutur Hajriyanto santai.

Jika pembenahan ideologi ini difokuskan dalam tubuh partai beringin, maka Hajriyanto yakin Golkar bakal berjaya kembali lewat Pemilu 2019. Diyakininya, Golkar hanya perlu menjadi partai di luar pemerintahan dalam satu periode saja, tidak seperti PDIP yang membutuhkan fase oposisi lebih dari satu periode pemerintahan.

"Yang penting memenangkan Pilpres‎ (2019)," tandasnya.

(dnu/jor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini