"Semua kader aku mohon, aku sebagai jubir Partai Demokrat, semua kader harus mengamankan dan mendukung keputusan SBY," kata Ruhut saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/8/2014).
Meski ia mendukung Jokowi, Ruhut merasa statement SBY itu bukan ditujukan padanya, melainkan kader pro Prabowo. Beberapa di antaranya adalah Ketua Fraksi PD Nurhayati Ali Assegaf, Wakil Ketua Majelis Tinggi Marzuki alie dan Waketum Max Sopacua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut menyebut sikapnya mendukung Jokowi tidak membawa-bawa nama partai sehingga tidak masalah.
"Dukunganku kan ย kata hati pakai nama pribadi. Jadi aku nggak merasa itu ditujukan ke aku," ucapnya
Meski sejumlah petinggi PD menyatakan dukungan pada Prabowo-Hatta, sikap PD dipertanyakan setelah tidak ikut menandatangani koalisi permanen dengan partai koalisi lainnya di Tugu Proklamasi. Terbaru, Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa PD independen.
Hal ini disampaikan SBY melalui video isu terkini di Youtube yang diunggah di akun SBYudhoyono. Dalam video berdurasi 14 menit lebih tersebut, SBY selaku Presiden RI berbicara tentang masa transisi. Di akhir wawancara, si penanya menyelipkan pertanyaan tentang Partai Demokrat.
SBY awalnya merasa bahwa ada forum baginya yang lebih tepat untuk menjawab. SBY biasanya menjawab pertanyaan terkait PD lewat akun Youtube 'Suara Demokrat' pada 8 Agustus 2014. Namun ternyata SBY tak mau membuat masyarakat Indonesia penasaran.
"Paling baik akan saya jawab di kesempatan yang lain di forum yang lebih tepat. Tapi agar tidak penasaran begini saja. Saya berpikir partai politik yang saya pimpin lebih baik independen," jawab SBY.
SBY menganggap PD lebih baik jadi kekuatan penyeimbang. Oleh sebab itu, ia memutuskan bahwa partai berlambang mercy itu tidak bergabung ke salah satu kubu.
"Lebih baik kami jadi kekuatan penyeimbang, dan tidak masuk baik dalam koalisi permanen Pak Prabowo atau kubunya Pak Jokowi. Itulah pilihan partai yang saya pimpin," lanjutnya.
๏ฟผ
(imk/nrl)











































