Tak Punya Blue Book, Jurnalis Asing Terjun ke Aceh
Sabtu, 01 Jan 2005 12:39 WIB
Medan - Sekitar 20 jurnalis asing diantaranya dari Bulgaria, Malaysia, Australia dan Belanda yang terdaftar di Deplu telah terjun ke Aceh. Aturan blue book yang merupakan standar dari Ditjen Imigrasi bagi jurnalis yang akan masuk ke Aceh ditiadakan dalam keadaan darurat seperti sekarang.Hal ini disampaikan Ketua Posko Satgas Deplu Medy Ch Djuri di Posko Bencana Alam Aceh Sumut di Pangkalan TNI AU Medan kepada detikcom, Sabtu (1/1/2005). Namun kendati bermasalah, Medy menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi untuk mempermudah proses administrasi bagi jurnalis asing tersebut. Ia juga mengatakan, saat ini ada sejumlah orang asing yang berada di Aceh dan Sumut untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Untuk itu, mereka akan diberi kemudahan dalam bentuk visa on arrival (VoA) meski bukan termasuk daftar negara yang memperoleh VoA.Sementara itu, bantuan dari negara sahabat terus mengalir diantaranya dari AS, Saudi, Ceko, belgia, Rumania, Eropa, Singapura, Malaysia. Bantuan-bantuan itu sebagian besar sudah didistribusikan lansung kepada masyarakat.Lebih lanjut Medy menjelaskan pihaknya juga sedang merencanakan penerimaan dan distribusi mesin pemurni air sumbangan dari General Electric (GE) yang berkapasitas cukup besar. "Sumbangan dari GE itu berikut personel untuk memasangnya. Jadi saya masih akan berkoordiansi dengan Gubernur Sumut selaku Ketua Posko untuk menetapkan dimana mesin pemurni air itu akan dipasang," Ujar Medy
(qom/)











































