"Yang potong tangan itu memang dia banyak pelanggaran dan akhirnya kena hukuman disiplin sehingga pangkat dan jabatannya tertunda," ungkap Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya dalam acara diskusi di Sekretariat OI Iwan Fals, Jalan Leuwinanggung, Depok, Jabar, Sabtu (9/8/2014).
Menurut Fuad, Dylan makin tambah stres karena belum diijinkan menikahi pacarnya oleh calon mertuanya. Dylan pun akhirnya memotong tangan kirinya pada Rabu (6/8) malam pukul 22.30 WIB. Lulusan Akmil tahun 2008 itu juga hampir memotong alat kelaminnya saat berjalan kaki dari arah Cilodong menuju Jakarta.
"Bukan masalah mental. Ya dia kan manusia, bayangin kalau temen-temennya naik pangkat kedua, dia belum, dia nggak, ya kan dia stres juga. Ditambah belum boleh kawin," Fuad bertutur.
Jenderal Bintang dua ini pun menjamin TNI akan bertanggung jawab terhadap Dylan yang masih masuk dalam kesatuan hingga sembuh. Fuad juga menyatakan saat ini tangan Dylan telah tersambung kembali setelah dokter RSPAD berhasil melakukan operasi penyambungan.
"Ya seratus persen kita tanggung sampai sembuh di RSPAD dan sampai nyambung, itu kalau bisa nyambung. Tapi kalau kata dokter sudah tersambung, tinggal nunggu perkembangannya," kata Fuad.
Fuad pun memastikan alat kelamin Dylan masih utuh. "Masalah kelamin nggak putus itu, orang cuma lecet di pinggirannya doang. Nggak putus, yang putus tangan bukan kelamin," tutupnya.
(ear/vid)











































