Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif dan mantan Kepala BIN Hendropriyono ditunjuk Jokowi sebagai penasihat tim transisi. Jokowi menyebut masih ada 2 orang lagi atau bahkan lebih yang akan ditunjuknya menjadi penasihat.
"Ada 4 orang atau bisa bertambah," kata Jokowi usai rapat di Kantor Transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2014).
Ia menegaskan bila siapapun yang ditunjuknya sebagai penasihat atau anggota tim transisi tak ada hubungannya dengan kursi menteri di kabinetnya. Mereka bertugas membuat program, teknis dan pembahasan APBN 2015 untuk dilaksanakan oleh pemerintahannya kelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Transisi, Rini Soemarno menyebut bila penunjukan Hendropriyono menjadi penasihat tim murni keputusan Jokowi. Penunjukannya terkait ketersediaan informasi untuk menjadi bahan pembahasan tim transisi.
"Presiden terpilih butuh adanya masukan dari berbagai pihak, dari tokoh agama, akademisi, dan juga sisi tadi ada Hendro intelijen. Kami melihat permasalahan apa di lapangan. Masukan dari intilijen di lapangan seperti Hendro kita butuhkan," ujar Rini.
Rini menyebut kemungkinan penasihat tim itu bisa mencapai 5 orang atau disesuaikan kebutuhan tim tersebut.
"Antara 4 sampai 5," ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Ketua Rumah Transisi Hasto Kristianto menyebut saat ini perekrutan anggota tim kerja atau penasihat tim transisi masih digodok. Tim ini akan efektif bekerja pasca MK mengeluarkan keputusan terkait gugatan sengketa Pilpres dari kubu Prabowo-Hatta.
"Ini masih proses persiapan sambil menunggu persidangan di Mahkamah Konstitusi, sehingga begitu MK mengambil keputusan pada 21 Agustus, maka segala sesuatunya berkaitan dengan kantor transisi ini sudah siap," ucap Hasto.
Saat ini Jokowi baru mempublikasikan Kepala staff dan Deputi yang ada di tim transisi tersebut. Selain itu, ia baru mengeluarkan 2 nama yang ditunjuknya sebagai penasihat tim.
(bil/van)











































