"Kami juga tidak jauh dari musik, seperti lagu tinggalkan ayah tinggalkan ibu yang mengandung pesan moral lebih baik mati dari pada gagal perang, itu konsep kami apalagi dalam membela negara," ujar Moeldoko dalam diskusi bersama di sekretariat OI, Jalan Leuwinanggung, Depok, Jabar, Sabtu (8/8/2014).
Moeldoko menjadi pembicara bersama musisi Iwan Fals di hadapan puluhan anggota OI (Orang Indonesia). Ia pun lalu memamerkan suaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini mantan Pangdam Siliwangi ini mengapresiasi karya-karya Iwan Fals. Ia menyebut Iwan sebagai seorang empu.
"Saya bisa memahami dan mengikuti, menghargai lagu dan kegiatan mas Iwan Fals sehingga saya melihat bagian dari visi dan misi yang telah dilakukan. Saya ikuti dengan baik. Lagu Di Bawah Tiang Bendera sungguh lagu ini bisa merefleksikan keadaan pada tahun 1996," Moeldoko memaparkan.
"Inilah visi dari empu Iwan Fals di mana empu yang bisa menjangkau dan menginspirasi negeri ini," sambung Jenderal Bintang 4 itu.
Sementara itu menurut Moeldoko misi dari Iwan Fals sendiri adalah bagaiana Iwan bisa menjawab isu-isi global seperti perubahan iklim dengan mengajak melakukan penghijauan dan mengajak TNI untuk menjaga lingkungan. Menurutnya hal tersebut pantas dihormati.
"Jika OI berjumlah 8,7 juta orang saya tambahkan 500 ribu anggota TNI untuk masuk OI karena untuk masuk prajurit harus sama seperti OI, harus orang Indonesia," tambah Moeldoko.
Musik menurut Moeldoko dapat memberikan kesejukan. Ia pun mencontohkan bagaimana tentara TNI yang selalu menyanyikan lagu Kemesraan yang juga sempat dibawakan Iwan Fals dalam setiap kegiatan ramah-tamah.
"Lagu kemesraan selalu digunakan dalam acara TNI yang bersifat senang seperti sertijab, saat kita happy-happy. Kalau dulu satu sisi kita jengkel dengan Iwan Fals (karena kritikan pedas) tapi kita pakai lagunya. Tapi jengkelnya dulu, sekarang tidak," canda Moeldoko yang juga memberi alat biopori kepada Iwan sebagai simbol pecinta lingkungan.
(ear/gah)











































