Temuan itu diawali oleh Sohirin (35) yang sedang menggali tanah untuk membuat konstruksi cakar ayam pukul 09.00 WIB. Namun baru menggali sekitar 20 cm, cangkulnya menyentuh sesuatu benda yang keras.
"Sekitar 20 centimeter ada sesuatu, terus barangnya diambil," kata Sohirin di lokasi, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Sabtu (9/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung laporan ke yang punya rumah," ujar Kelurahan Ngijo Gunungpati itu.
Temuan itu kemudian diteruskan ke Polsek Gunungpati agar dilakukan tindak lanjut. Setelah polisi datang, area penemuan mortir diberi garis polisi dan tidak berapa lama tim gegana Brimob Polda Jateng membawa mortir tersebut.
Diduga mortir yang ditemukan Sohirin itu merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda dan masih aktif. Mortir itu memiliki diameter 10 cm dan panjang 45 cm.
(alg/asp)











































