"Tolonglah negara melalui BIN, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mabes Polri bilang itu siapa mereka? Jangan-jangan ada di sekitar kami," kata Din dalam acara silaturahim dan seminar 'Fenomena ISIS' di Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2014).
"Kalau mau kerja sama, kalau Mabes Polri punya data itu, BNPT punya data itu, selama melakukan kriminal langsung tindak," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus ada penyelesaian masalah dunia berupa ketidakadilan dunia. Terutama dunia Islam, konflik berkepanjangan Palestina Israel," ucapnya.
Selain itu, Din juga mengatakan perlunya konsolidasi antara Polri, BIN, dan BNPT dengan ormas-ormas Islam dalam memerangi paham radikal tersebut.
Din menyampaikan, jika ormas Islam hanya menyebarkan Islam yang moderat melalui khotbah dan dakwah tanpa mengetahui akar paham radikalisme tersebut, maka hal itu akan sia-sia.
"Kami bertugas memagari umat mayoritas agar jangan terpengaruh, boleh berhasil dan boleh tidak berhasil. Kalau yang seperti itu (ISIS) kita ajak kontestasi tafsir," kata Din.
(dha/nik)











































