Anak Dibawa Densus 88, Sang Ibu Berniat Kirim Nasi

Anak Dibawa Densus 88, Sang Ibu Berniat Kirim Nasi

- detikNews
Sabtu, 09 Agu 2014 12:19 WIB
Ngawi - Pasca penangkapan dua orang terduga teroris asal Ngawi, Sukardi dan Guntur, keduanya warga desa Gendingan Kecamatan Widodaren Ngawi, pihak orang tua mengaku kecewa dan tak terima. Alasannya, anak-anak mereka tak bersalah.

Bahkan Suwarti, ibu kandung terduga Sukardi, sempat menanyakan keberadaan anaknya sebab ia ingin mengantar nasi untuk sang anak.

"Saya nggak tahu anak saya dibawa ke mana. Padahal mau saya kirimi nasi," ujar Sukarti kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014).

Menurut Sukarti, Sukardi merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Keseharian Sukardi hanyalah berjualan cilok keliling di kampung-kampung.

Sang ibu mengaku tidak tahu saat anggota Densus 88 datang ke rumahnya dan menangkap anaknya, Sukardi. Sukarti mengetahui anaknya diciduk Densus 88 ketika salah seorang cucunya pulang dari Jumatan sambil menangis.

"Saya waktu itu pas di rumah, tapi saya nggak tahu anak saya diculik. Tahunya pas cucu saya menangis," tambah Sukarti.

Tim Densus 88 menyergap Sukardi dan Guntur Jumat (8/8) siang sebelum Jumatan. Kedua warga Desa Gendingan Kecamatan Widodaren Ngawi tersebut diduga anggota jaringan teroris kelompok Santoso Poso yang juga sebagai penyumbang dana untuk Mujahidin Indonesia Timur.

(nvc/nvc)


Berita Terkait