Penjualan Terompet Menurun Drastis

Penjualan Terompet Menurun Drastis

- detikNews
Sabtu, 01 Jan 2005 05:53 WIB
Jakarta - Himbauan untuk tidak merayakan tahun baru dengan berlebihan ternyata memiliki dampak yang tidak menguntungkan bagi penjual terompet. Penjualan terompet menurun drastis.Menurut pengakuan Kasmanto, penjual terompet yang mangkal di daerah Bundaran HI, Jakarta,hal ini dialami oleh semua penjual terompet termasuk dirinya."Penjualan terompet turun drastis. Selama 15 tahun saya berjualan terompet, biasanya pendapatan total saya di tahun baru Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu. Tetapi tahun ini saya hanya dapat Rp 200 ribu. Nutup modal aja sulit," kata Kasmanto kepada detikcom, Sabtu (1/1/2005).Menurut Kasmanto, hal ini adalah dampak dari tragedi di Aceh dan Sumut beberapa waktu yang lalu."Jadi tak ada pesta hura-hura, semua masih berkabung," ujarnya.Padahal, lanjut Kasmanto, rencana keuntungan penjualan terompetnya akan dia pakai untuk menghidupi keluarga. "Saya sendiri ingin jadi relawan ke Aceh. Tapi mungkin sekarang harus cari cara lain dulu untuk menghidupi keluarga," katanya.Nasib serupa juga dialami oleh Amin, penjual terompet yang sering berkeliling. "Sampai saat ini, saya baru berhasil jual 3 terompet," keluhnya.Melewati tahun baru, berbagai jenis terompet akhirnya diobral. Terompet panjang yang sebelumnya berharga Rp 2.500,00 sampai Rp 3.000,00, sekarang dijual seharga Rp 1.500,00. Sedangkan terompet dengan model saxophone, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 10.000,00, kini diobral menjadi Rp 4.000,00.Inilah harapan akhir para penjual terompet untuk menghabiskan dagangannya, setelah mengalami kerugian yang cukup besar. (ast/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads