"Semangat demokrasi di tubuh Golkar tampaknya kian memudar. Otoritarianisme dari elit nya semakin terlihat. Ini terjadi dengan bertubi-tubinya ancaman kepada pihak-pihak yang berbeda dengan orientasi politik DPP. Wakil Ketua Umum Agung Laksono pun tidak juga luput dari ancaman tersebut," kata politikus muda Golkar yang merapat ke Jokowi-JK, Poempida Hidayatulloh, kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014).
Agung memang giat mendorong Munas dilaksanakan Oktober 2014 demi AD/ART. Sementara itu Ical dan Ketua Wantim Akbar Tandjung menegaskan Munas tetap akan digelar tahun 2015 sesuai rekomendasi Rapimnas Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu saja, semua pengurus daerah pun terancam dibekukan apabila menyuarakan atau mendorong Munas diselenggarakan di Oktober 2014. Poempida melihat semangat demokrasi di tubuh Golkar telah memudar.
"Otoritarianisme dari elit nya semakin terlihat. Ini terjadi dengan bertubi-tubinya ancaman kepada pihak-pihak yang berbeda dengan orientasi politik DPP," pungkasnya.
Lalu akankah Agung Laksono yang terus mendesak Ical mengucapkan selamat ke Jokowi-JK benar-benar dipecat dari DPP Golkar?
(van/fdn)










































