MD yang merupakan otak pembunuhan keji tersebut selalu menyodomi korbannya sebelum dibunuh. Setelah memuaskan nafsu bejatnya, ia dibantu temannya DP dan S untuk memutilasi korban.
"Selanjutnya mereka mutilasi korban untuk menghilangkan barang bukti. Lantas potongan tubuh itu mereka kubur," kata Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar, Jumat (8/8/2014).
Berikut identitas para korban:
1 MG (9) kejadian Juli 2013
2 RH (9) kejadian 2013
3 MA (9) kejadian 2013
4 FM (9) kejadian Juni 2014
5 MH (10) belum ada informasi
6 A (40) belum ada informasi
Korban seluruhnya berjenis kelamin pria. Berikut fakta-fakta mengenai pembunuhan keji itu.
1. Pelaku Masih Muda
|
|
Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman mengatakan, dari 4 tersangka, 3 diantaranya berusia 19 tahun, yaitu DD, DP dan S. Sedangkan 1 orang lainnya, MD yang merupakan otak pembunuhan berusia 22 tahun.
"MD dan DD itu suami istri, namun sekarang sudah bercerai," katanya, Jumat (8/8/2014).
2. Selalu Sodomi Korban Sebelum Dimutilasi
|
|
MD lantas memanggil 2 rekannya yang berinisial DP dan S. Ketiganya bersama-sama memutilasi para korban.
"Para korbannya sebelum dibunuh terlebih dahulu disodomi. Selanjutnya mereka mutilasi untuk menghilangkan barang bukti. Lantas potongan tubuh itu mereka kubur," kata Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar.
3. Potong Kemaluan Korban untuk Dimasak dan Dikonsumsi
|
|
"Kadang dimasak sop, kadang digoreng. Setelah itu saya makan," kata MD di Mapolres Siak, Jumat (8/8).
MD kemudian tidak membuang sisa minyak gorengnya. Minyak gorengan bekas kelamin korban yang dimasak oleh istrinya, DD itu dia pakai untuk obat.
"Kalau yang digoreng, minyaknya untuk obat," kata MD tanpa merinci obat apa yang dia maksud.
4. Motif pembunuhan Masih Misteri
|
|
"Apa motif di balik pembunuhan ini, kita belum bisa pastikan. Karena keterangan kedua tersangka suka berubah-ubah. Kadang ngomongnya begini, nanti bicaranya lain lagi," kata Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman, Jumat (8/8).
MD sempat mengaku melakukan perbuatan biadab tersebut untuk meningkatkan gairah seks. Namun saat diperiksa lebih intensif, keterangannya berubah-ubah. Sayangnya Dedi tak merinci apa saja alasan MD dan para tersangka lain melakukan pembunuhan itu.
Halaman 2 dari 5











































