"Sulit kalau yang muda. Ini masalah faktor latar belakang dan kemampuan konsolidasi ke partai depan. Agung Laksono dan MS Hidayat sama-sama kuat. Ini seperti pertarungan Ical dan Surya Paloh di 2009 yang sengit," ujar pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes saat dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2014) malam.
Siapapun yang terpilih menjadi ketum Golkar di antara Agung dan MS Hidayat, keduanya sama-sama akan memilih posisi aman dengan membawa gerbong partai mendukung pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk merealisasikan salah satu dari keduanya menjadi ketum diperlukan suara mayoritas DPD Tingkat I.
"Tergantung suara DPD Tingkat I. Kalau mayoritas ke arah sana, ya bisa saja tahun ini. Kalau enggak ya masih sulit," katanya.
Waketum Golkar Agung Laksono telah menyatakan niatnya untuk menggantikan Ical. Dia memilih Fahmi Idris sebagai ketua tim pemenangan serta Indra J Piliang dan Nurul Arifin sebagai anggotanya.
MS Hidayat juga menyatakan kesiapannya bertarung untuk perebutan kursi ketua umum Partai Golkar. MS Hidayat akan menggelar deklarasi di Bandung hari ini.
(hat/fdn)










































