Kembang Api Masih Menyala di Sudut Ancol
Sabtu, 01 Jan 2005 01:28 WIB
Jakarta - Perayaan tahun baru di kawasan Ancol tetap memperlihatkan nyala kembang api. Tetapi, skalanya hanya kecil dan dinyalakan oleh warga iseng yang hadir di Ancol. Panggung besar di Pantai Carnaval yang dihadiri Gubernur Sutiyoso tetap tidak mempertontonkan kembang api yang dibatalkan sebagai tanda solidaritas tragedi kemanusiaan di Aceh. Tetapi rupanya para penonton iseng masih saja menyalakan kembang api. Meskipun dalam skala kecil dan durasi yang tidak lama sekitar tiga menit. Pergantian tahun baru ke Sabtu (1/1/2005) ditandai dengan peniupan terompet oleh Gubernur Sutiyoso yang sebelumnya menyanyikan lagu bernuansa religius, yaitu "Tuhan" yang biasa dinyanyikan Bimbo. Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama untuk korban Aceh. Jajaran Muspida DKI Jakarta juga turut berdoa. Cuaca yang cerah dengan bintang-bintang terlihat bersinar di langit menarik minat warga ibukota untuk merayakan pergantian tahun di Ancol. Berbagai panggung dari total tujuh panggung musik banyak dipadati warga. Nuansa hura-hura tetap tidak terhindarkan seakan mereka lupa akan tragedi yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara. Saat detik-detik pergantian tahun, suara terompet masih tetap bersahutan dengan keras. Warga yang hadir di kawasan Ancol juga tetap membunyikan klakson yang berisik. Khusus di panggung Carnaval, "Panggung Seni dan Doa Peduli Aceh" tidak lepas dari kesan pesta karena beberapa artis yang menghibur penonton.
(tis/)











































