Kata Tim Transisi Soal Keterlibatan Bendahara PAN Bantu Jokowi-JK

Kata Tim Transisi Soal Keterlibatan Bendahara PAN Bantu Jokowi-JK

- detikNews
Sabtu, 09 Agu 2014 06:04 WIB
Kata Tim Transisi Soal Keterlibatan Bendahara PAN Bantu Jokowi-JK
Jakarta - Bendahara DPP PAN Wahyu Sakti Trenggono masuk dalam struktur pimpinan Satuan Tugas Khusus Kantor Transisi Jokowi-JK. PAN sendiri mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Lantas bagaimana Trenggono bisa masuk dalam tubuh Tim Kantor Transisi?

"Kalau Mas Trenggono di sini karena Mas trenggono sudah lama terlibat," kata Deputi Kantor Transisi Andi Widjajanto di markasnya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014) malam.

Andi menjelaskan, Trenggono bergabung mendukung Jokowi menjadi capres sejak jauh-jauh hari, yakni sebelum Tim Kampanye Nasional Pilpres dibentuk. Maka tak aneh apabila Trenggono bisa masuk struktur Tim Kantor Transisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum rumah ini (Kantor Transisi) dibangun, bahkan sebelum Tim Kampanye Nasional Pilpres didirikan, Mas Trenggono sudah bekerja dengan kami," tutur Andi.

Apakah ini berarti masih terbuka peluang bagi PAN untuk memperkuat kabinet Jokowi-JK kelak jika dipastikan memerintah? "Nggak tahu saya. Kalian bertanya soal itu (formasi menteri) terus tapi jawaban saya akan tetap sama, yaitu tunggu tanggal 15 September," jawab Andi.

15 September merupakan waktu dimulainya pembahasan formasi kabinet. Pada tanggal itu, keputusan MK sudah diketok dan Kantor Transisi juga sudah kian mantap bekerja.

Trenggono memang sudah tak aktif lagi sebagai fungsionaris PAN, namun Trenggono masih belum diberhentikan dari PAN. Meski masih kader PAN, Andi menyatakan Trenggono tidak membawa nama partai dalam langkahnya merapat ke Jokowi.

"Dia tidak membawa nama PAN. Dia individu saja, hanya Mas Trenggono saja yang masuk," kata Andi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo menyatakan Trenggono masih tercatat sebagai Bendahara DPP PAN karena belum ada Surat Keputusan terkait pemberhentian dari jabatan itu. Meski begitu, Trenggono sudah tak intens lagi mengurusi tugas kepartaiannya.

"Jadi mungkin yang tepat (soal status Trenggono) adalah de jure masih tercatat sebagai pengurus, namun de facto sudah tidak aktif," kata Dradjad kepada detikcom, Kamis (7/8) tempo hari.

(dnu/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads