Diminta Tenang, Tetap Rayakan Tahun Baru dengan Terompet
Sabtu, 01 Jan 2005 00:44 WIB
Yogyakarta, - Rasa simpati sebagian warga Indonesia terhadap bencana Aceh agaknya perlu dipertanyakan. Pada sebuah acara di Hotel Grand Hyatt, penonton sudah diwanti-wanti agar hening tetapi tetap nekat meniup terompet.Perayaan Tahun Baru yang diadakan RCTI di Hotel Grand Hyatt, Jumat (31/12/2004) tetap diwarnai dengan aksi tiup terompet yang riuh rendah. Padahal pembawa acara sebelumnya sudah memberi peringatan agar tidak meniup terompet untuk meninggalkan kesan hura-hura."Dimohon kepada para penonton yang hadir disini agar tidak meniup terompet pada malam pergantian tahun baru nanti. Soalnya kita ditonton dari seluruh Indonesia," kata Master of Ceremony Nico Siahaan. "Kita ingin menunjukkan keprihatinan kepada suadara-saudara kita di Aceh," lanjut Nico. Namun rupanya peringatan Nico tidak digubris oleh penonton yang hadir. Sebagian besar penonton yang membawa terompet tetap meniupkan terompetnya dengan kencang. Bahkan saat Tamara, MC yang berduet dengan Nico menyuruh penonton untuk hening sebentar untuk menghormati korban bencana di Aceh, tetap tidak digubris penonton. Masih terdengar suara terompet walupun dengan jumlah yang tidak sebanyak sebelumnya. Suara terompet baru benar-benar hilang setelah Ustadz Jeffry Al Buchori membacakan doa. Acara tahun baru ini diperuntukkan untuk para undangan. Acara menampilkan para finalis Indonesian Idol minus pemenangnya Joy. Acara ini disiarkan langsung oleg RCTi sejak pukul 22.00 WIB.
(tis/)











































