"Di Amerika Serikat, anggaran 2015 APBN Amerika sudah bisa dibaca Maret 2014. Bahkan sampai biaya pertahanan, dia latihan berapa kali, itu sudah keluar semua anggarannya. Nah kita bisa enggak lakukan ini,” kata Ahok.
Hal ini disampaikannya usai mengadakan rapat dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Rahardjo, di kantor LKPP, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2014). Rapat juga diikuti oleh jajaran kepala dinas DKI dan jajaran terkait di LKPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Agus Rahardjo menyatakan LKPP akan membantu DKI dalam perencaaan pengadaan barang dan jasa. Pihaknya pun akan membentuk satu tim khusus untuk mendampingi Unit Layanan Pengadaan (ULP) DKI.
"Sudah ada MoU dengan pemprov DKI, ditandatangani oleh Jokowi, tinggal kita perkuat saja ada beberapa follow up. Harusnya nanti dibentuk tim gabungan," kata Agus.
Tim itu bertugas mengevaluasi masalah yang terjadi tiap tahun menyangkut perencanaan, koordinasi antardinas, suku dinas, sumber daya manusia, masalah penganggaran dan penyediaan barang.
Dia juga menekankan hal yang perlu diperbaiki dalam sistem pengadaan barang di DKI. Di antaranya, yakni mempercepat pengadaan, kemudahan dapat ijin tahun jamak karena kewenangan sebetulnya di eksekutif, kemudian optimalisasi e-catalog, pengelompokan paket sejenis.
"ULP dan SKPD harus sering diskusi," sebutnya.
(ros/fdn)










































