2004, Polri Kesulitan Ungkap Kasus Terorisme

2004, Polri Kesulitan Ungkap Kasus Terorisme

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 23:51 WIB
Jakarta - Tahun 2004 adalah tahun yang berat bagi pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pasalnya, dari 7 kasus teroris yang terjadi di Indonesia hanya 5 yang bisa terungkap."Hingga kini kami masih mengejar 2 tokoh utama yakni Noordin M Top dan Azhari," ujar Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (31/12/2004) malam.Kapolri menjelaskan selama tahun 2004, kasus narkotika yang berhasil diungkap sebanyak 5.538 kasus yang melibatkan 7.355 pelaku. Barang 'haram' yang berhasil disita sebanyak 9,1 kg heroin, 207 ribu batang narkotika, 11 gram morfin, 159.181 ekstasi, 937.148 tablet jenis G dan 24,425 kg shabu.Sementara untuk kasus korupsi, Da'i mengaku pihaknya baru menyelesaikan 26 dari 191 kasus. "Akibat korupsi ini negara sedikitnya merugi Rp 4,4 triliun," tandasnya.Untuk tahun 2004 ini, lanjut dia, telah terjadi kejahatan kriminal sebanyak 196.430 kasus. "Kami sudah menyelesaian perkara kriminal hingga kini sebanyak 107.400 kasus," tukasnya. Tempo terjadinya kejahatan, ujar Da'i, mengalami penurunan dari 180 menit per kejadian pada tahun 2003 menjadi 185 menit per kejadian.Pada tahun 2005 mendatang, Polri berencana menambah jumlah personel. "Kita menargetkan perbandingan jumlah polisi dengan warga masyarakat menjadi 1:700 dari perbandingan yang ada saat ini 1:800," demikian Kapolri. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads