Gus Dur Usul Jenazah Korban Aceh Dibakar

- detikNews
Jumat, 31 Des 2004 23:11 WIB
Jakarta - Gus Dur mengusulkan agar dilakukan pembakaran terhadap jenazah korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Pasalnya, sekarang sudah kondisi darurat."Pembakaran korban diperbolehkan selama itu dilakukan dalam keadaan darurat. Dalam kaidah fiqih ada ketentuan bahwa keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang dilarang oleh agama." Demikian kata Gus Dur kepada wartawan di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (31/12/2004).Selain itu, menurut Gus Dur, pembakaran sebaiknya dilakukan untuk menghindari terjadinya wabah endemik. "Menurut saya ini diperbolehkan karena takut terjadi endemik. Penguburan massal saja tidak cukup," ujarnya. Sedangkan untuk prosedur pembakaran, menurut Gus Dur terserah pada pemerintah."Yang penting sebelumnya difoto dulu, lalu dipasang diwebsite atau diumumkan agar keluarganya bisa tahu,"tambahnya.Gus Dur juga mengklaim, sebelumnya MUI pernah mengatakan bahwa pembakaran boleh dilakukan dalam keadaan darurat, tapi pemerintah menggunakan dalil umum dan menyatakan hal tersebut haram. "Padahal penanganan pemerintah saat ini belum efektif karena masih banyak mayat yang bergeletakan di pinggir jalan,"katanya.Karena itu menurut Gus Dur, sebaiknya pemerintah menyerahkan penanganan di lapangan pada tentara. "Sebaiknya presiden mengeluarkan instruksi agar panglima menggerakkan pasukannya. Menteri memang dapat ditunjuk sebagai penanggung jawab, tapi pelaksana sehari-hari sebaiknya tentara," ujarnya.Usulkan Puteh ke AcehGus Dur juga menyarankan agar mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh diijinkan untuk kembali ke Aceh. "Penahanannya sebaiknya ditangguhkan, sehingga dia bisa ke sana untuk menggerakkan masyarakat," kata Gus Dur.Gus Dur membantah dirinya memihak Puteh."Saya tidak memihak Puteh, tapi kenyataannya dia masih didengar orang. Paling tidak dia tahu siapa yang harus didekati atau dimintai pertolongan," ujarnya.

(ast/)