Kenakan Selendang Mendiang Istrinya, Habibie Curhat Soal Iptek Indonesia

Kenakan Selendang Mendiang Istrinya, Habibie Curhat Soal Iptek Indonesia

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 18:28 WIB
Kenakan Selendang Mendiang Istrinya, Habibie Curhat Soal Iptek Indonesia
(Foto: Yoga/detikcom)
Jakarta - Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie tampil memberikan pidato dalam acara penutup Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrenas) Iptek 2014. Selama acara, dia tampak mengenakan selendang berwarna putih milik mendiang istrinya, Hasri Ainun Besari.

Habibie naik podium mulai pukul 16.05 WIB untuk memberikan pidato penutup dengan tema "Iptek sebagai Arus Utama Politik Negara". Baru beberapa menit di podium, mantan Menristek itu langsung menceritakan kalau dia sedang mengenakan selendang almarhum istrinya.

"Selendang ini milik Ibu Ainun. Lagi saya pakai terus buat ingat beliau. Tadi pagi saya ziarah ke Kalibata," ujar Habibie di depan ratusan peserta acara Musrenas Iptek 2014 di Auditorium Gedung 2 BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah bicara soal selendang, dalam pidatonya Habibie juga curhat panjang sekitar 40 menit soal perkembangan iptek di dalam negeri. Salah satunya, dia menyinggung sebagai negara tropis yang memiliki jutaan hektar area hutan, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara penghasil dan pengirim obat-obatan terbesar di dunia. Dengan aneka tumbuhan serta hewan yang tersedia, sumber daya alam ini bisa menjadi nilai tambah buat kemajuan Iptek dalam negeri.

"Kita nomor dua setelah Brasil yang punya luas hutan terbesar di dunia. Hewan dan tumbuhan di hutan bagus berpotensi untuk kemajuan nilai tambah Iptek. Punya nilai tambah untuk dikelola. Kita bisa berkembang menjadi produsen obat terbesar di dunia," kata pria berusia 78 tahun itu.

Dia juga mengatakan mesti ada prioritas dalam bidang iptek yaitu dengan fokus di pasar domestik. Menurutnya, Indonesia punya potensi dalam pasar iptek. Namun, menurutnya hal ini harus diimbangi dengan kemampuan cukup di bidang pangan.

Habibie menambahkan kalau ingin iptek diprioritaskan seperti di Jepang atau Jerman, maka ada beberapa sektor yang mesti dimaksimalkan. Dia pun merincikan seperti potensi industri transportasi,
Industri telekomunikasi, industri pembangkit, industri mesin, industri tekstil, dan industri bangunan.

"Jepang menjadi seperti sekarang karena dia dulu kalah perang. Tapi, terus gerak sehingga seperti sekarang. Industri-industri yang disebut tadi itu yang juga mesti dilihat diprioritaskan di samping juga industri jasa dan industri pangan," sebutnya.

(hat/sip)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini