PBNU Tolak Ajaran ISIS karena Anggap Ancam NKRI

PBNU Tolak Ajaran ISIS karena Anggap Ancam NKRI

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 18:26 WIB
PBNU Tolak Ajaran ISIS karena Anggap Ancam NKRI
Jakarta -

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyoroti keberadaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Said Aqil meminta masyarakat untuk menolak penyebaran dan berdirinya ISIS.

"NU menggarisbawahi penolakan yang sudah dimulai oleh para ulama Timur Tengah. Selain itu gerakan ISIS mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dengan semangat Bhineka Tunggal Ika," kata Said Aqil di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

Kemunculan kelompok ISIS, kata Said Aqil, nyata-nyata sudah menimbulkan fitnah yang memperkeruh kehidupan umat islam serta hubungan antar umat beragama di Indonesia. "Karena kelompok ini bukan hanya memperjuangkan gagasan politik negara atau khilafah islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam ahlus-sunnah wal jamaah," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil Said Aqil menegaskan NU berpegang teguh pada keyakinan Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan kekerasan. Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang.

"Sifat dasar islam tersebut nyata-nyata bertolak belakang dengan cara-cara yang dilakukan ISIS, yang melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS," terangnya.

Lanjutnya, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah islamiyah, Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara islam atau negara agama. Nabi hanya berjuang untuk menguatkan sistem negara Madinah sebagai negara yang berkeadaban.

"Platformnya adalah tamaddun, bukan islam, dan bukan pula suku. Karena penduduk Madinah juga ada yang muslim dan ada yang non muslim serta ada dari suku Arab dan non Arab. Justru di tengah masyarakat Madinah yang majemuk, Rasulullah membuat konstitusi yang sekarang dipandang bersifat modern yang di dalamnya berisi kesepakatan yang dikenal piagam Madinah pada 622 Masehi," paparnya.

"Artinya umat islam sesuai dengan wilayah kebangsaannya masing-masing boleh membentuk negara yang sejalan dengan contoh dari Rasulullah tersebut, dan tidak wajib mendirikan negara secara formal islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah," sambungnya.

Ia menuturkan, keberadaan ISIS sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, misalnya Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili. Keberadaan ISIS patut dipertanyakan kenapa muncul ketika Israel menggempur Gaza.

"Munculnya ISIS telah memecah perhatian umat islam terhadap perjuangan dan pembelaaan terhadap rakyat Palestina. Tentu ini akan jadi pertanyaan strategis yang perlu dikaji mendalam dengan riset dan investigasi," pungkas Said.

(tfn/mok)


Berita Terkait