5 Fakta Unik Kubu Prabowo di Luar Sidang MK

5 Fakta Unik Kubu Prabowo di Luar Sidang MK

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 18:32 WIB
5 Fakta Unik Kubu Prabowo di Luar Sidang MK
Jakarta - Banyak hal menarik selama sidang sengketa Pilpres tahap dua di Gedung MK hari ini. Hal-hal menarik tak hanya terjadi di ruang sidang namun juga di luar ruang sidang.

Di luar ruang sidang, tepatnya di halaman Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014), ratusan pendukung Prabowo-Hatta berorasi dan berdemonstrasi sepanjang hari. Mereka menuntut gugatan Prabowo dikabulkan.

Banyak gaya-gaya unik dan menarik bahkan nyeleneh dilakukan kubu Prabowo-Hatta di luar ruang sidang MK. Berikut 5 di antaranya:

Penampakan Pria Berpakaian Hitam Ala Dukun

Ada salah seorang berpakaian hitam-hitam bak dukun di tengah massa pendukung Prabowo-Hatta yang beraksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Pria asal Banten ini mengaku sebagai pendukung Prabowo.

Pria yang mengaku bernama Munawir Anwar Gozali itu memang senang berpakaian hitam-hitam. Tampak dia memakai pakaian hitam dari atas kepala hingga ujung kaki.

Dia juga memakai penutup kepala berupa sorban hitam dan berkalung sarung. Selain itu, bulir-bulir tasbih juga melingkar di lehernya. Kacamata hitam pun dipakainya.

"Saya sering pakai kayak ini. Memang aneh?" kata Munawir saat ditanya alasannya memakai pakaian itu.

Pria berkumis itu mengaku sering mengajar silat di tempat tinggalnya di Banten. Dia mengaku mendukung Prabowo sebagai presiden dan ikut beraksi di Gedung MK.

Memakai Caping Berhias Kondom

Tingkah laku pendukung Prabowo-Hatta yang beraksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) ada yang unik dan sedikit aneh sehingga menarik perhatian. Salah satu di antara mereka ada yang memakai caping berhias kondom.

Seperti yang dilakukan salah satu pendukung Prabowo-Hatta yang mengaku bernama Cak Tatak dari Cilandak Timur ini di depan Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (8/8/2014). Pria ini mengenakan kemeja lurik warna coklat dan bercaping.

Lucunya, ada 3 batang bambu yang berselimut kondom dan diikat ke caping itu. Dia mengaku kondom itu sebagai simbol untuk menyindir sikap KPU yang dianggap banci. "Soalnya KPU banci," saat ditanya maksudnya memasang kondom itu.

Aula MK dan Jalan Dipakai Salat Jumat

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) diskors sementara untuk salat Jumat. Aula dan halaman MK digunakan untuk salat Jumat.

"Sidang diputuskan (diskors-red) sebelum pukul 12.00 WIB. Kita harus cepat karena waktunya untuk membersihkan aula di bawah untuk salat Jumat," kata Ketua MK Hamdan Zoelva di ruang sidang MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

Hamdan menskors sidang sekitar pukul 11.00 WIB dan akan kembali dimulai pukul 14.00 WIB.

"Langsung dengarkan saksi pemohon 25 orang, sebagaimana sidang sebelumnya ditetapkan," ujarnya.

Selain di aula, ruas Jl Medan Merdeka Barat di depan gedung MK juga digunakan untuk salat Jumat oleh massa pendukung Prabowo-Hatta. Khotib yang berkhotbah di jalan menyerukan massa untuk berjuang dengan ibadah dan amal salehnya.

Jualan Batu Akik di Tengah Demo

Bagi seorang pedagang, kerumunan orang adalah uang. Seperti yang dilakukan Sudirman (50) di depan Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Di tengah massa Prabowo-Hatta yang berdemo, dagangan batu akiknya laris manis.

"Dagang cincin pas lagi musim aja, sudah 6 bulan. Dagang waktu acara yang lagi ramai kaya konser, wisuda, demo," jelas Sudirman sambil melayani pembeli, Jumat (8/8/2014).

Menurut dia, untung yang diperoleh di acara demo seperti ini lumayan besar. Dia menjual obral batu cincin yang dia bawa dari Pasar Rawabening, Jaktim.

"Batunya dari Rawabening, tempatnya batu akik. Dekat Stasiun Jatinegara. Kalau acara ramai, bisa untung Rp 200-300 ribu sehari," imbuh dia.

Aneka batu yang disebutnya batu akik dia sebar di lapaknya. Harga yang dia tawarkan cukup murah.
Tak diketahui apa batu ini benar asli atau bukan. Tapi banyak pendemo yang membeli batu Sudirman. Harganya dipatok murah yakni Rp 10 ribu.

Ketua DPD Gerindra Ajak Tangkap Ketua KPU

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik, berorasi di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Tak disangka, dalam orasinya Taufik mengajak massa untuk menangkap Ketua KPU Husni Kamil Manik.

"Besok Senin, Ketua KPU dijadwalkan bersaksi di sini. Kita tangkap Kamil Manik hari Senin. Saudara-saudara, apakah kalian setuju?" ujar M Taufik saat berorasi di depan Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

"Nanti kita kepung gedung MK dari depan sampai belakang agar mau berhadapan dengan kita," kata M Taufik.

Massa yang mendengarkan orasi menyambut dengan gegap gempita. Massa pendukung ini terlihat bersorak sorai mendengarkan pidato Taufik.

Di sela-sela sidang, Ketua KPU Husni Kamil Manik menanggapi santai ancaman itu. "Sudah diselesaikan di MK. Kan MK bilang nggak apa-apa buka kotak suara. Kalau mau dipermasalahkan lagi nggak apa-apa, itu hak masyarakat," kata Husni sembari tersenyum.
Halaman 2 dari 6
(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads