"Saya sudah sangat yakin. Tapi jika ada yang protes kami siap untuk melakukan tes DNA," kata Jamaliah di Banda Aceh, Jumat (8/8/2014).
Saat tsunami menerjang Aceh, Jamaliah bersama suaminya meletakkan Wenni bersama kakak kandungnya Arif Rangkuti di atas papan. Saat gelombang besar datang, papan itu diseret arus hingga menyebabkan dua buah hatinya hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, ia sudah tidak mengetahui nasib kedua buah hatinya. Jamaliah bersama Septi terus berdoa berharap dapat bertemu kembali dengan anak-anaknya. Menjelang genap 10 tahun tsunami menyapu Aceh, ia kembali bertemu dengan seorang anaknya di Aceh Barat.
Wenni bersama kakak kandungnya Arif ditemukan oleh seorang nelayan di Pulau Banyak Aceh Singkil. Saat ditemukan, keduanya masih berada di atas papan. Seminggu berselang, Wenni dan abangnya terpisah kembali karena diasuh oleh orang berbeda.
"Sekarang kami berharap agar Arif dapat berkumpul bersama kami lagi," ungkap Septi.
Ibu kandung Wenni, Jamaliah, mengaku tidak mengetahui bagaimana Wenni bisa sampai ke Pulau Banyak. Saat musibah itu terjadi, Wenni terseret air hingga ke tengah laut.
"Waktu itu dibawa air hingga ke tengah laut dan katanya ditemukan ditemukan di Pulau Banyak," kata Jamaliah.

(try/try)











































