"Warga sadar melanggar aturan. Tapi mereka merasa perih gubuk liarnya dibongkar. Enggak tahu dimana mau tinggal," kata Kepala RW 15 Kelurahan Kebon Melati Edi Junaedi (56) kepada detikcom.
Kata Edi, warga Kebon Melati yang tinggal di bantaran rel dekat Stasiun Tanah Abang ada sekitar 700 kepala keluarga. Sebagian dari mereka katanya memiliki KTP DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Edi, para warga Kebon Melati di bantaran rel yang digusur meminta rasa kemanusiaan dipertimbangkan. Mereka berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa merelokasi mereka ke rumah susun.
"Kita berbicara rasa kemanusiaan saja. Mau dikemanakan warga kami? Apa tidak ada solusinya? Warga di sini semua berharap pemerintah bisa menampung mereka di rumah susun atau dimana," imbuh Edi.
Hingga saat ini pukul 16.30 WIB, pembongkaran pemukiman liar di bantaran rel dekat Stasiun Tanah Abang masih dilakukan. Ada ratusan petugas yang terdiri dari polisi, TNI, dan petugas dari PT KAI yang melakukan penertiban.
(bar/nal)











































