Tolak Satpol PP Dibekali Senpi, Polda: Yang Dihadapi Bukan Penjahat

Tolak Satpol PP Dibekali Senpi, Polda: Yang Dihadapi Bukan Penjahat

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2014 16:02 WIB
Tolak Satpol PP Dibekali Senpi, Polda: Yang Dihadapi Bukan Penjahat
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno menolak keinginan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang ingin membekali Satpol PP dengan senpi. Polisi masih bisa membantu kerja Satpol PP.

"Itu kan ketentuannya atau kebijakannya dari pimpinan Polri tidak dipersenjatai. Kemudian dilihat juga urgensinya, Polri saja menggunakan senpi ada peraturan Kapolri ya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno di kantornya, Jumat (8/8/2014).

Senpi itu dirasa belum dibutuhkan lantaran tupoksi dan yang dihadapi oleh Satpol PP bukanlah penjahat. Melainkan masyarakat seperti pedagang kaki lima (PKL). Sedangkan polisi yang memback-up Satpol PP saja tidak semuanya dibekali senpi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan melaksanakan tindakan-tindakan polisionil seperti contoh kehadiran petugas kemudian dengan menyampaikan lisan kemudian dengan borgol. Misalnya ada perlawanan kita juga harus berikan peringatan dan sebagainya. Masyarakat yang ditertibkan ini bukan penjahat, katakanlah PKL kita harus betul-betul ngomong sama dia. Jadi selama ini juga kita lihat dari urgensinya, polisi yang bertugas memback-up tidak semuanya memakai senjata," ujarnya.

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu mengatakan, penggunaan senpi bagi Satpol PP belum diperlukan karena masih bisa meminta bantuan dari polisi. "Polisi saja untuk melaksanakan tugas seperti unjuk rasa itu sampai level 6 penggunaannya. Jadi itu dididik yang terlatih, psikotes, dan lain-lain. Jadi tindakan polisonil harus betul-betul tepat.

Jika hendak melakukan tindakan penegakan hukum, polisi dengan tangan terbuka akan membantu Satpol PP. "Seandainya ada oknum-oknum yang bermain, termasuk oknum Polri misalnya, kita akan tindak, kita tidak main-main. Dan kita sudah sampaikan, kita akan back up sepenuhnya kalau ada oknum yang katakanlah melindungi seperti premanisme ataupun PKL-PkL yang sulit ditertibkan," bebernya.

(idh/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads