"Kedua tersangka merupakan simpatisan pendukung ISIS, namun belum berbaiat," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2014).
Penangkapan dilakukan hari ini di lokasi terpisah. Teroris pertama yang ditangkap adalah GP. Dia ditangkap di Dusun Gedung Perasan, Widodaren, Ngawi, pada pukul 11.40 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GP juga terlibat dalam pendanaan survei fa'i di Bali yang dilakukan tersangka Hilman (tewas) pada tahun 2012. Dia juga memiliki pistol yang dibeli dari salah seorang tersangka yang ditangkap sebelumnya.
Penangkapan kedua dilakukan pada pukul 12.45 WIB terhadap tersangka KD di Dusung Gendingan, Widodaren, Ngawi.
Polisi menyita sepucuk pistol Barreta dan dua magazwn, serta 21 butir amunisi, serta bendera ISIS di kediaman KD.
(ahy/ndr)











































