"Dalam memilih ketum pasti lihat track record dan perannya dalam membesarkan Golkar. Cara melihatnya dengan 4 aspek yaitu prestasi, loyalitas, dedikasi, tidak tercela," kata Siswono saat berbincang dengan detikcom, Jumat (8/8/2014) malam.
Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR ini menyoroti bahwa kader yang tercela tidak akan bisa memimpin Golkar. Tetapi, Siswono melihat bahwa persaingan peluang dari para calon ini masih sulit ditebak.
"Pemilik suara kan DPD I dan DPD II yang jumlahnya ratusan. Sekarang masih terlalu pagi untuk lihat peluan," ujarnya.
Waketum Golkar Agung Laksono sudah menunjukkan hasratnya untuk menjadi Ketum dengan menunjuk politisi senior Golkar Fahmi Idris sebagai ketua tim pemenangan. Ada pula Sekjen Kosgoro Airlangga Hartanto yang sudah mendapatkan restu Ical. Selain itu, muncul pula nama MS Hidayat hingga Agus Gumiwang yang juga meramaikan bursa calon Ketum Golkar.
(imk/trq)










































