Tak Ada Pesawat, 40 Ton Bantuan Warga Yogya Belum Terangkut
Jumat, 31 Des 2004 17:34 WIB
Yogyakarta - Sekitar 40 ton bantuan dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk korban bencana tsunami di Aceh saat ini belum dapat terangkut. Hal ini disebabkan tidak adanya angkutan seperti pesawat Hercules milik TNI AU yang dapat mengangkut bantuan tersebut.Puluhan ton bantuan yang terdiri dari mie instan, beras, sarung, selimut dan pakaian pantas pakai saat ini masih tertimbun di Bale Gadeng Asrama Pelajar Aceh Tjut Nyak Dien Jl Kartini Sagan Yogyakarta. Tempat itu adalah posko utama Komite Kemanusiaan untuk Aceh. Sedangkan dana bantuan dalam bentuk uang saat ini sudah terkumpul lebih dari Rp 120 juta.Koordinator Komite Kemanusiaan untuk Aceh Tengku Nasruddin Syah kepada detikcom di posko mengatakan, pihaknya sampai hari ini belum bisa mengangkut dan mengirimkan bantuan warga Yogyakarta untuk masyarakat Aceh yang tertimpa bencana. Padahal berdasarkan tim relawan yang sudah tiba di Aceh, mereka sudah benar-benar membutuhkan bantuan."Kita sudah berupaya mencari bantuan angkutan terutama pesawat Hercules dengan menghubungi Lanud Adisucipto Yogyakarta tetapi tidak ada pesawat,"kata Nasruddin.Selain menghubungi Lanud Adisucipto kata Nasruddin, panitia juga sudah menghubungi pihak penerbangan swasta untuk membantu mengangkut bantuan ke Medan atau sampai Aceh tetapi juga tidak berhasil. Komite saat ini juga hendak meminta bantuan Gubernur DIY untuk membantu proses pengiriman bantuan."Saat ini kami masih bingung bagaimana cara mengangkut semua bantuan ini yang terus berdatangan setiap hari. Sementara itu kami belum tahu kapan akan ada pesawat ke sana," kata Nasruddin.Untuk memudahkan koordinasi dengan Komite Kemanusiaan untuk Aceh yang ada di kota lain, saat ini dengan bantuan Jogja Medianet telah difasilitasi internet gratis dan alamat email posko_acehyogya@yahoo.com.RelawanSecara terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pengiriman relawan dan bantuan dari DIY saat ini tertunda karena keterbatasan sarana transportasi. Pesawat yang menuju Medan sampai saat ini sangat terbatas dan hanya mendapat kesempatan selama dua jam di Bandara Polonia."Kami sedang mengupayakan agar diizinkan oleh Panglima TNI untuk menggunakan pesawat Hercules milik TNI," katanya.Relawan yang dikirim ke Aceh itu, menurut Gubernur, memiliki kualifikasi SAR, tim medis, dukungan logistik, dan operasi kemanusiaan lainnya. Relawan yang akan dikirimkan juga akan membantu komunikasi lapangan. Mereka juga akan dilengkapi dengan sarana komunikasi yang memungkinkan untuk menjalankan tugas dan fungsinya.Tim relawan dari DIY di antaranya 13 anggota PMI, 25 orang tenaga medis, 15 orang anggota Brimob Polda DIY, 15 orang anggota TNI daeri Korem 072 Pamungkas, 12 anggota Sarda DIY dan 20 orang relawan yang menjadi pemandu.
(nrl/)











































