Bus TransJakarta gandeng Koridor XI (Pulogebang-Kampung Melayu) yang patah jadi dua di Jatinegara, adalah buatan dalam negeri. Kepala Humas Unit Pengelola Transjakarta, Sri Ulina Pinem, menyatakan bus tersebut diproduksi tahun 2011.
"Buatan dalam negeri. Mereknya Inobus, yang produksi PT INKA (PT Industri Nasional Kereta Api)," kata Sri Ulina saat dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2014).
Dia menambahkan bus milik Pemda itu selama ini operasionalnya ada pada PT Damri. "Sekarang masih dalam proses perbaikan di pool kita. Memang ada beberapa bautnya yang patah, ada sekitar 6 baut," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita selaku regulator tetap lakukan pengawasan. Kita lakukan sidak terhadap bus-bus itu secara acak," ucapnya. "Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan kenapa terjadi hal seperti kemarin, pertama pemeliharaan, jalurnya dan kondisi penumpangnya seperti apa," tambahnya.
Satu unit TransJ gandeng yang sedang mengangkut sekitar 40 penumpang, patah di bagian penyambungnya pada Kamis kemarin. Peristiwa ini terjadi tak jauh dari Lapas Narkotika Cipinang dan Kejaksaan Negeri Jaktim. Tidak ada korban dalam bus bernomor DMR-005 yang beroperasi di Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Pulogebang itu.
(ros/mok)











































